Moment Lebaran, Ratusan Pendekar PSHT Ternyata Lakukan Ini

oleh -378 views
Atraksi Pendekar Cilik Saat Halal Bi Halal

Kediri – Pada moment lebaran tahun 1440 Hijriah, sederetan pendekar yang tergabung dalam Persaudaran setia hati terate (PSHT) Ranting Gampengrejo Kediri menggelar acara halal bi halal di Balai Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, minggu malam (09/06). Kegiatan berjabatan tangan dan saling memaafkan di hari fitri ini menjadi ajang memupuk tali silaturahmi oleh Warga (pelatih) maupun para siswa. Selama ini mereka akrab bertemu di ajang latihan olah kanuragan, namun kali ini dikemas dengan acara yang cukup spesial dan santai sembari mendengarkan ceramah agama.

Dalam acara halal bi halal ini juga dihadiri oleh Pimpinan dari Cabang PSHT Kediri, maupun warga dari berbagai ranting lainnya baik Kota Kediri, Kayen Kidul, dan Papar. Panitia dalam hal ini juga menampilkan atraksi atlet cilik dalam memperagakan jurus-jurus baik tangan kosong maupun menggunakan senjata. Dengan gemblengan materi pencak silat, sang pendekar cilik berhasil memukau para penonton dengan memperagakan jurus-jurus layaknya film-film laga di layar lebar. Begitu juga penampilan pencak silat ganda berpasangan, yang menampilkan cara menangkis dan merobohkan lawan hanya dalam beberapa gerakan.

Ketua Ranting PSHT Gampengrejo Kediri Susanto mengatakan kegiatan halal bi halal ini memang dihelat setiap tahunnya. Pada tahun lalu di desa Kwadungan dan saat ini berada di Desa Sambirejo Kabupaten Kediri. Keberadaan halal bi halal ini cukup penting karena memang menjadi momentum saling memaafkan dan bersilaturahmi. Apalagi keberadaan warga PSHT terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan keberadaannya cukup menyebar luas tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga seantero nusantara. Untuk itu saat mereka mudik, kebetulan juga ada acara halal bi halal sehingga di waktu yang singkat ini antar saudara saling bertemu dan bersambung rasa.

“Kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan khususnya untuk ranting Gampengrejo” Ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Pendekar yang akrab disapa Pak Ting ini. Kegiatan latihan di wilayahnya cukup berkembang pesat, sehingga setiap tahunnya selalu ada regenerasi. Proses latihan dilakukan di desa-desa dengan melibatkan siswa atau peserta dari berbagai usia dan latar belakang profesi. Selama ini keberadaan pencak silat PSHT terate cukup di cintai masyarakat karena selain menanamkan semangat solidaritas (persaudaraan) tetapi juga mengajarkan pendidikan karakter menjadi manusia yang kesatria, jujur dan berjiwa pemimpin.

“Yang latihan cukup banyak dan tidak mengenal usia, ada yang muda maupun ada yang tua. Untuk kaum pekerja pun di Perguruan kami juga siap menampung” Tegasnya.

Target ke depan pihaknya juga akan terus mengambangkan pencak silat PSHT terate ke sekolah-sekolah guna mencetak para atlet yang berbakat. (dw/da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *