Buka Bersama, Klien Bapas Kediri Dibekali Ilmu Agama

oleh -88 views
Pengajian Moment Ramadhan Bapas Klas II Kediri

Kediri – Pada moment bulan ramadhan, sebanyak 26 klien menjalani bimbingan kepribadian di kantor Bapas Klas 2 Kediri, kamis (09/05). Terlihat sederetan eks narapidana yang tengah menjalani masa re integrasi pembebasan bersyaratan dan cuti bersyarat mendengarkan ceramah keagamaan layaknya para santri. Pada moment ramadhan ini, Bapas sengaja mengundang ustadz KH. Sinasan dari Kertosono guna memberikan petuah-petuah sesuai dengan ajaran Islam. Tak hanya itu kegiatan ini juga dirangkai dengan sholat berjamaah dan berbuka puasa bersama.

Dalam ceramahnya, KH Sinasan memberikan wejangan yang intinya mencari kebahagiaan hakiki dengan cara menjalankan perintah TUhan. Selama ini terkadang manusia lalai dalam mencari kebahagiaan tanpa beracuan kepada landasan agama.

“Tujuan hidup manusia adalah mencari kebahagian tapi kebahagian yang hakiki bukan melulu soal materi, namun lebih kepada keridhoan Allah SWT, jadi sudah sepatutnyalah kita sebagai hamba Allah harus senantiasa berjuang untuk mendapatkan ridho Ilahi.”Ungkapnya.

Sementara itu sejauh ini Para JF PK dan APK Bapas Kediri senantiasa berusaha untuk membekali klien-klien Bapas Kediri dengan pengetahuan-pengetahuan keagamaan agar klien mempunyai rasa percaya diri untuk kembali menjadi manusia sosial yang bertakwa dan berguna bagi manusia lainnya. Kegiatan yang dirangkai dengan acara buka puasa bersama dengan petugas Bapas ini, juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara klien dan pembimbingnya, sekaligus sebagai bentuk monitoring dari pihak Bapas terhadap keberadaan kliennya.

Dari pantuan di lokasi Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan acara evaluasi perkembangan klien oleh masing-masing PK, dilanjutkan dengan sambutan Ka. Ur. Tata Usaha (Yuliani) yang mengatakan bahwa Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta memupuk pemahaman terhadap hakikat berpuasa yang tidak hanya sekedar menahan hawa nafsu dari lapar dan dahaga namun lebih pada kemampuan untuk mengendalikan diri secara total, sehingga dapat terhindar dari perbuatan yang sesat/salah.

Berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan shalat magrib berjamaah serta dzikir bersama. Semua peserta kegiatan terlihat khusyuk dan khidmat. Sebagai penutup acara, seluruh pegawai dan juga klien bersama-sama menikmati buka bersama. (dw/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *