50 TPS di Jatim Diduga Lakukan Kecurangan, ini yang dilakukan APNAS Jatim

oleh -194 views

Surabaya – Ketua Aliansi Pengusaha Nasional(APNAS) Jatim Fauzi Mahendra, merangkap Ketua Sahabat Prabowo – Sandi, menduga sekitar 50 TPS di Jawa Timur melakukan kecurangan penggelembungan suara untuk memenangkan pasangan jokowi – Ma’ruf Amin

“Melihat hasil dari saksi – saksi kami di lapangan di bawah ada sedikit kecurangan, tapi kan kami harus mencocokan juga dengan data yang masuk di KPU juga. Angka 01 kadang – kadang di input menjadi lebih besar untuk 01 dibandingkan 02. Jadi angka-angka itu yang harusnya berpihak angka sebenarnya 02”, jelasnya.

Fauzi yang juga menjabat CEO Isbir Tour and Travel menambahkan, APNAS hingga kini masih mencocokkan data yang ada dengan milik KPU.

APNAS masih menghargai kinerja KPU untuk menyelesaikan kecurangan tersebut, sehingga Fauzi mengharapkan agar penggelembungan suara akibat kesalahan input data bisa segera diperbaiki. Supaya pemilu serentak kali ini berjalan jujur dan adil.

“Harapan APNAS sendiri pengen adalah, Satu untuk jujur. Kejujuran untuk dalam netralitas di penghitungan suara maupun di pilpres ini. Dalam artian kami APNAS pengen kejujuran, keterbukaan dan netral tidak berpihak di salah Satu paslon”, tambah Fauzi.

Meski pemilu serentak ini diwarnai pemberitaan salah input oleh KPU. APNAS masih menghargai partisipasi masyarakat untuk menekan angka golput dengan memberikan suaranya, namun semua itu bakal percuma jika pesta demokrasi ternodai oleh praktik kecurangan.

“Maka kami meminta kepada KPU yang jujur dan adil, berikanlah contoh kepada anak bangsa ini”, singkat Fauzi.

Fauzi bersama pengusaha lainnya di APNAS, juga menaruh harapan kepada presiden terpilih nantinya, untuk memperhatikan pengusaha nasional dibandingkan pengusaha asing.

“Kita kan demokrasi, mau yang menang 01 atau 02. Akan tetapi ketika 02 memang kan bagian pun karena kami salah Satu pendukung. Tapi kalau pun 01 yang menang, kami harap tetap ada perhatian terhadap para pengusaha – pengusaha. Bukan karena kita mendukung 02 sehingga setelah menang 01 kita juga ditinggal. Nah ini kan bukan demokrasi kalau seperti itu”, pungkas Fauzi. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *