Sawah Terendam Air Akibat Hujan, Petani Di Tulungagung Gagal Panen

oleh -265 views
Sawah Terendam Air

TULUNGAGUNG – Makin (60), petani asal Kecamatan Rejotangan mengeluhkan gagal panen pada musim panen saat ini. Karena sawahnya teredam air akibat hujan lebat beberapa waktu yang lalu mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Akibat hujan deras beberapa waktu yang lalu, tanaman padi yang berumur 1 bulan dengan luas 200 meter persegi terendam air,” ucap Makin, Selasa (12/3/2019).

Ia menambahkan, banjir tersebut diakibatkan karena aliran sungai dari lereng Alam Kandung tidak bisa terbendung sehingga air meluber ke persawahan.

“Curah hujan yang lebat mengakibatkan debit air sungai dari Alam Kandung meluber dan mengalir ke lahan persawahan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Suprapti, Kepala Dinas Pertanian Holtikultura Kabupaten Tulungagung melalui Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan ( POPT) Gatot Rahayu mengatakan, sekitar 1.121 hektar tanaman padi yang terkena banjir, dan 145 hektar tanaman padi yang gagal panen atau puso di 2 Kecamatan.

Yakni Kecamatan Campurdarat dan Sumbergempol, rata-rata usia tanaman padi yang mengalami gagal panen tersebut baru berumur 15 hari hingga 1 bulan masa tanam.

“Total kerugian mencapai 5 milyard 75 juta dengan produksi 7 ton per hektar,” ucap Gatot Rahayu, Selasa (12/3/2019).

Ia menjelaskan, untuk tanaman melon 11 hektar, 7 hektar puso, tanaman cabe 33 hektar, 20 hektar puso, tanaman kacang panjang 5 hektar puso atau gagal panen semua, dan bawang merah 13 hektar, 9 hektar puso yang tersebar di 12 Kecamatan, tambahnya.

Selanjutnya, pihaknya akan terus memberikan penyuluhan bagi petani yang lahanya terdampak banjir. Dan Pemkab Tulungagung akan memberikan bantuan berupa benih padi kepada para petani sehingga kerugian tidak terlalu besar.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan memberikan bantuan kepada petani berupa pompa air, untuk menyedot air di lahan yang terdampak banjir, serta memberikan penyuluhan kepada petani,”

Diperkirakan bulan April tahun 2019 minggu ke tiga akan panen raya sebanyak 45.000 hektar dari 57.500 hektar, tandasnya (gus/fif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *