Nguri-Nguri Budaya Lewat Tari Massal

oleh -167 views
Nguri-Nguri Budaya Lewat Tari Massal

Kediri – Berbagai langkah dilakukan Pemerintah daerah dalam rangka nguri-nguri budaya tradisional. Salah satunya dengan menghelat tari massal. Perhelatan ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Kediri yang ke – 1215 di area Simpang lima gumul (25/03). Dalam acara ini ditampilkan berbagai macam sendratari yaitu Hastungkara, Topeng Panji Gagahan Alus, Panji Laras, Sarinjingku, dan Drama Tari Bagawanta Bhari yang ditampilkan dengan apik oleh para penari.

Dari berbagai penampilan sendratari tersebut penonton dapat merasakan musikalitas yang tinggi dari para pemain gamelan yang mengiringi pertunjukan tari. Mereka merupakan gabungan dari siswa SMP dan guru se-Kabupaten Kediri. Siswa-siswi serta guru ini pun merupakan pilihan dari sekolahnya untuk ikut berpartisipasi dalam acara hari jadi.

“Untuk menentukan pemain musik dalam acara hari jadi ini, kami dari tim MGMP Guru Seni Budaya melakukan seleksi, salah satunya untuk para siswa di SMPN 1 Kandat. Agar siswa yang terpilih ini benar-benar yang terbaik dari yang baik,” jelas Anjar Siswanti yang merupakan salah satu tim kreatif MGPM.

Para pemain musik dalam Hari Jadi harus membagi waktu antara latihan, belajar serta kegiatan lainnya. Namun itu tidak membuat semangat para pemain ini luntur. Terbukti di saat latihan yang diselenggarakan di SMPN 2 Gurah, para pemain tetap bisa hadir.

“Karena ini adalah acara setahun sekali maka para siswa dan guru pasti mendapat dukungan dari sekolahnya,” lanjut  AnjarSiswanti. Hasil latihan satu bulan lebih pun terbayar sudah. Prosesi Hari Jadi dan tari massal berjalan lancar dan meriah. Proses yang begitu singkat tidak menjadikan alasan untuk tidak menampilkan yang terbaik.

Hal ini pun terlihat dari animo masyarakat yang begitu tinggi. Mereka mulai berdatangan dari pukul 07.00, meski acara baru dimulai pukul 9.30 pagi. Ada yang mengantar anak atau teman mereka menari, ada pula yang melihat karena tidak ingin melewati setiap detik prosesi hari jadi. Perempuan, laki-laki, balita, remaja, hingga dewasa, dengan saksama menyaksikan tarian massal hingga usai.

“Saya mengantar teman menari. Tariannya bagus sekali, saya ikut bangga meskipun saya tidak ikut menari,” tutur Vega, warga Gogorante.

Masyarakat rela berpanas-panasan, duduk di pinggir jalan tanpa alas, demi mendapatkan tempat dan posisi yang tepat untuk menyaksikan tarial massal yang dibawakan 1215 penari itu. Mereka tertib, tidak ada yang saling dorong dan tidak merusak fasilitas umum serta tanaman di area Simpang Lima Gumul.

“Bagus, inovatif , keren, dan kreatif,” kata ibu Amin, penonton yang lain.

Sajian tari massal menjadikan masyarakat mengenal dan mengetahui kebudayaan Kabupaten Kediri serta cerita rakyatnya. Sebagian besar penari dan pengiring gamelan adalah siswa-siswa sekolah mulai dari SD-SMA, juga untuk mengajak mereka bahwa melestarikan budaya itu penting untuk generasi penerus. (adv/kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *