Tolak Keberadaan Penambang Pasir Mekanik, Ratusan Penambang Pasir Tradisional Datangi Kantor Pemkab Kediri

oleh -116 views

Kediri – Ratusan penambang pasir tradisional atau manual asal Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri  Rabu (27/2/2019) malam, spontanitas mendatangi kantor Pemerintah daerah Kabupaten Kediri. Tujuan ke datangan mereka adalah meminta intervensi atau campur tangan dari pihak pemerintah daerah untuk menghentikan adanya dugaan aktivitas penambangan pasir mekanik disepanjang aliran Kali Ngobo Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten oleh pemilik usaha.

Massa yang berjumlah ratusan ini datang dengan mengendarai belasan truck terbuka dan satu truk trailer bermuatan alat berat (bego). Diketahui alat berat yang dibawah oleh masyarakat tersebut diduga merupakan milik dari pengusaha penambang pasir mekanik. Alat berat tersebut sengaja diamankan oleh para penambang pasir tradisional lantaran diduga hendak melakukan aktivitas penambangan di sekitar area sungai Ngobo.

Setibanya dilokasi, mereka berteriak teriak menyuarakan tuntutanya selama kurang lebih 30 menit. Sejumlah perwakilan penambang pasir tradisional, kemudian diijinkan untuk masuk ditemui Kapolres Kediri, Dandim Kediri, dan sejumlah staf dari Pemkab Kediri. Selanjutnya sejumlah dua puluh orang perwakilan tersebut diajak berdialog dipertemukan dengan pihak penambang pasir mekanik.

Menurut Keterangan Tubagus perwakilan dari penambang pasir tradisional menjelaskan, Inti dari tuntutan ini, adalah menolak keberadaan alat berat untuk penambangan pasir mekanik.

” Minimal ada shock terapi bahwa warga itu tidak sedikit. Ini harkat hidup orang banyak. Tuntutan kita cuman bekerja dalam damai.” Terangnya.

Tubagus mengaku, aksi ini sebelumnya tidak direncanakan sama sekali, murni karena respon spontanitas dari masyarakat untuk datang langsung ke kantor Pemda, setelah melihat kehadiran alat berat bego didatangkan di lokasi. Ia sendiri tidak begitu mengetahui secara persis,apakah pemilik usaha penambang pasir mekanik tersebut telah mengantongi ijin atau tidak.

” Ini tidak direncanakan, spontanitas tadi langsung datang ke sini. Intinya kita selama ini menolak,adanya alat berat di wilayah lahar Pulo kali Ngobo, untuk penambangan pasir. ” Katanya.

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton menjelaskan, pihaknya turut melakukan upaya mediasi antara pihak dari perwakilan penambang pasir tradional dengan pemilik alat berat tersebut, Inti dari mediasi tersebut, sekarang tidak boleh ada kegiatan untuk alat berat disana.

“Jadi kita untuk menjaga kondusifitas, tidak boleh dan kita akan mengawasi masuknya alat alat yang nanti akhirnya pemicu. Tapi pada prinsipnya untuk masalah ini sudah selesai, dengan kekeluargaan dan sudah ditangani oleh pihak pihak terkait. ” Tandas Kapolres Kediri.

Setelah proses mediasi selesai,massa kemudian membubarkan diri. Sejumlah Aparat Ke Polisian dari jajaran Polres Kediri dan Satpol PP Kabupaten Kediri ikut dilibatkan dalam pengamanan aksi tersebut‎. (pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *