Viral Pernikahan Beda Umur – Terkuak Alasan Tika 21 Tahun Legowo Dinikahi Kakek 60 Tahun

oleh -155 views
Pesta Nikah Kakek Saing (60) dan Tika (21) dari Sinjai. (dok pernikahan Saing-Tika)

Medan – Pesta nikah Puang Saing (60) dengan Tika (21) jadi perhatian di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kakek Saing menjadikan Tika sebagai istri kedua. Pernikahan pasangan berbeda usia cukup jauh, kembali mengebohkan warga Sulawesi Selatan dan viral di sosial media.

Pernikahan tersebut melibatkan pasangan asal Kabupaten Sinjai, Saing yang berusia 60 tahun dengan seorang perempuan bernama Tika yang berusia 21 tahun. Acara pernikahan beda usia jauh tersebut terjadi di kampung mempelai perempuan di Dusun Coddong, Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, pada Rabu (30/1/2019) lalu.

Semua bermula saat foto pernikahan Puang Saing, sapaan akrabnya Saing, yang sudah keriput bersanding dengan Tika yang masih tampak muda belia. Foto itupun langsung mendapat banyak komentar warga.

Bagaimana pernikahan itu bisa terjadi?

Berikut ini penelusuran tribun-timur.com yang mendatangi lokasi pernikahan Saing dan Tika.

Kampung Tika, tempat berlangungnya pernikahan itu berjarak sekitar 40 kilometer di bagian barat ibukota Sinjai. Sedangkan Kota Sinjai dari Makassar berjarak 161 KM lewat Malino dan 220 KM lewat Bulukumba. Menuju rumah Tika yang berada di kampung, Tribun harus melewati jalanan berliku dan terjal di tengah hutan cengkeh dan pohon aren. Diketahui bahwa saat ini Tika berstatus janda dan miliki seorang anak laki-laki dari hasil suami pertamanya Azis. Tika kelahiran Sinjai 1 Juni 1997.

Orangtua Bercerai

Tika sendiri berasal dari keluarga broken home.

Tika kecil kurang mendapat perhatian atau kasih sayang dari orangtua yang disebabkan perceraian. Sehingga saat masih anak-anak, Tika hanya tinggal bersama tante, adik dari ibu kandungnya. Hingga ia menikah di usia muda di pernikahan pertamanya dengan Azis.

Lalu kapan proses pernikahan dengan Saing mulai dilakukan?

Saing melalui keluarganya berkunjung ke rumah Tika. Dan awal Januari 2019 lalu lamaran Saing diterima keluarga Tika. Saat itu, Tika mulai mengurus administrasi termasuk kartu keluarga ia pisahkan dari kartu keluarga tantenya Ratna. Tika mengurus penerbitan berkas, termasuk status jandanya di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Sinjai.

Hingga baru keluar pada 23 Januari 2019 lalu. Selama ini, Tika bersama adiknya bernama Senneng hanya menumpang di rumah tantenya bernama Ratna.

“Bapak dan ibu saya, namanya Mani-Husni sudah statusnya cerai. Ibu saya merantau di Kolaka. Sedang bapak saya berada di rumah istri barunya di Sinjai,” kisah Tika.

Masa kecil Tika, diceritakan tak bahagia. Karena tidak mendapatkan kasih sayang orangtua seutuhnya. Bahkan Tika tidak tamat sekolah dasar. Karena tidak sekolah, Tika kemudian merantau di Makassar dan menjadi pembantu rumah tangga.

Sekitar tiga-empat tahun, ia pulang dari kota Makassar kemudian dinikahkan oleh bapaknya. Tapi belum cukup satu tahun, Tika dan Azis cerai. Tika menjanda sekitar tahun 2014 lalu karena ditinggalkan oleh suaminya bernama Azis asal Kalamisu, Desa Aska. Azis memutuskan meninggalkan Tika setelah kelahiran anaknya. Azis pergi meninggalkan rumah hingga kini dan tidak ada kabar.

Ditolak KUA

Saat pernikahan pertama, Tika diketahui menikah di bawah tangan karena masih di bawah umur. Saat itu, usianya sekira 16 tahun.

Jadi tidak mendapat persetujuan dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Inrulamu, Kecamatan Sinjai Borong. Hingga pada akhir 2018 lalu, pihak keluarga Tika mengenalkannya kepada Saing, seorang kakek asal kampung sebelah Desa Bontokatute tepatnya di Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah. Usai dikenalkan, Saing dan Tika mulai membangun komunikasi hingga akrab layaknya pasangan yang masih pacaran pada umumnya.

Setelah saling kenal, Saing akhirnya menyampaikan niatnya untuk akan menikahi Tika. Alasan untuk menikahi Tika karena istri pertama Saing sudah tua dan tidak memiliki anak. Selain tua, istri pertama Saing juga sedang lumpuh. Sehingga Saing memutuskan untuk menikah agar nantinya istri pertama Saing ada yang merawat.

“Karena kasihan dia menjanda lama, akhirnya lamaran Puang Saing itu kami terima dan Tika juga sudah menyetujui untuk dilamar Puang Saing,” kata Ratna, tante Tika.

Mendengar penjelasan Ratna, Tika yang ada di samping tantenya, tersimpu malu dan keluarga lainnya ikut ketawa bersama saat Tribun berkunjung ke rumah Tika di Coddong. Bahkan kabarnya pernikahan Saing dan Tika ini juga belum disetujui KUA setempat?

Kemenag Sinjai

Sementara itu Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sinjai Abdul Hafid Talla menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengutus petugas ke kampung halaman Tika. Hal itu dilakukan karena diduga pernikahan antara Kakek Saing dengan Tika, tidak tercatat dalam Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. “Kita utus petugas ke sana. Pak Binmas Kemenag dan KUA Sinjai Borong untuk memastikan pernikahan itu,” kata Hafid Talla.

“Kemudian apa sebabnya sampai tidak tercatat di KUA,” kata mantan Kasubag Tata Usaha Kemenag Bulukumba ini.

Hafid Talla juga mengatakan bahwa jika ada jalan maka akan dimudahkan untuk mendapatkan status pernikahan resmi dari KUA. “Bahkan akan melakukan sidang kompensasi di Pengadilan Agama (PA) Sinjai jika Saing dan Tika menikah dengan keterpaksaan,” katanya. (tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *